Kehidupan Malam Kota Balikpapan


Balikpapan sebagai kota metropolitan adalah salah satu kota di Indonesia yang mempunyai tingkat kesibukan tinggi di pagi hari, tapi tidak serta-merta membuat kota ini tidur pada malam hari, kota yang terus aktif pada saat bulan bergerak menuju tepat berada di tengah kota ini atau setelahnya, mengingatkan kita akan maskot yang dipergunakan kota ini, yaitu sosok beruang madu yang  beraktivitas dimalam hari, hal inilah yang membuat kota Balikpapan mempunyai nada tersendiri akan suasana kehidupan malamnya.

Bagi sebagian orang, kehidupan malam biasanya dianggap sebagai kegiatan negatif, yang berumus pada drugs berujung pada sex bebas, dan ada pula yang beranggapan bahwa kehidupan malam adalah kehidupan kriminal dan orang-orang tidak beretika, hal itu tidak sepenuhnya bisa dibenarkan, karena akan terus membatasi kita pada pikiran sempit yang menggeneralisir tanpa bukti akurat.

Dapat dilihat dari berbagai pekerjaan di kota ini, dengan memberikan pembagian shift malam atau jam lembur, beberapa perusahaan dapat terus beroperasi 24 jam non stop, membuat kehidupan malampun terus terisi oleh aktivitas kurang dari sebagian masyarakatnya yang bergerak di lapangan dengan tangki-tangki minyak maupun kantor dengan pengoprasian komputernya, begitu juga dengan deretan pedagang kaki lima yang menghiasi jalan-jalan kota ini, para pekerja ini juga adalah bagian dari kehidupan malam yang terus menerus membuat kota ini tidak dapat memejamkan mata.

Selain dari pada hal yang telah disebutkan dialenia sebelumnya, kehidupan malam kota Balikpapan juga diisi oleh beberapa masyarakat yang ingin melakukan refreshing, yang kebanyakan datang dari para eksekutif muda, profesinal maupun touris. Walau kehidupan malam memang sudah menjadi rahasia publik kota Balikpapan, tapi diantara itu semua masih ada beberapa dari pelaku refreshing ini yang berkecimpung dikehidupan malam bukan untuk melakukan hal yang negatif, melainkan hanya ingin menghibur diri untuk mengendorkan urat saraf dan pikiran, setelah sejak pagi sampai sore disibukkan oleh pekerjaan sehari-hari. Oleh karena kesibukan tersebutlah, sampai-sampai hampir tidak memiliki waktu untuk mengurangi stres di siang hari, maka beristirahat mencari hiburan di malam hari adalah alternatifnya.

Dari pada itu pula,  juga ada beberapa masyarakat yang sudah menganggap kehidupan malam sebagai lifestyle, Pola ini adalah konsumsi dari para clubber dengan have fun pada malam hari sebagai gaya hidup, merupakan salah satu dari bentuk pola konsumsi simbolik. Dunia gemerlap (Dugem) yang merupakan rangkuman dari lifestyle para pecinta pesta dan hura-hura adalah sebuah kegiatan konsumsi yang memiliki tujuan memberikan kesenangan dan hiburan bagi para penikmatnya, pada umumnya cluber ini adalah bagian dari pemilik kelas sosial yang tinggi dimasyarakat Balikpapan.

Lewat pengamatan Panorama kehidupan malam yang sangat menarik di kota Balikpapan inilah, maka Info Balikpapan akan menelisik lebih jauh tentang  sisi gelap kehidupan malam kota Balikpapan. Dimulai dari persinggaahan pertama Info Balikpapan di  Color Beat yang terletak di lantai dasar Hotel Blue Sky, “CB” itulah panggilan populer dari pub ini yang memulai live music performance pukul 10.30 WITA dan  puncaknya pukul satu pagi setempat  dengan menampilkan tiga dancer yang membuat penikmatnya histeris dan have fun, setelah itu kamipun bergegas meninggaalkan CB dengan ucapan terima kasih pada Manager CB Bang Taufik. Lalu kami menelusur jalan-jalan kota Balikpapan, dengan mengamati beberapa discotique yang juga menjadi bahan pembicaraan di kota Balikpapan misalnya Red Square di Hotel Sagita, Rende Vu  di Novotel, Borneo Pub di Le Grandeur, Lamaru Pub di Gran Senyiur, SQ Bistro di Hotel Menara Bahtera, Tavern di depan Hotel Mirama, Score di E Walk BSB, dan Connection di Bandar Balikpapan.

Menurut informasi seorang clubber  yang tidak ingi disebutkan namanya  “semua manajemen, orgonaizer acara mempunyai mekanisme yang sama dalam manual acara dan Interior, dari acara pembuka sampai puncaknya, cuma letak perbedaan mecolok hanya terletak pada tema yang dibawakan, Just That” tuturnya. Maka tergambar secara langsung bawa para penikmat irama beat yang menyentakan kaki di lantai dan sesekali menggoyangkan kepalanya tidak ingin pusing harus memilih-milih, intinya nuansa dan feel tempat hiburan malam ini bisa bikin enjoy dan lagi mood disitulah mereka akan berlabu, dengan tumpukan minuman sekelas Red-label pada mejanya, terpancarlah segala macam ekspresi pada wajah penikmatnya yang membuat mereka tidak bosan untuk menjadi bagian dari detak jantung kehidupan malam kota Balikpapan.

Walau didominasi oleh pria, tempat-tempan hiburan malam di Balikpapan banyak digandrungi oleh kaum hawa yang lagi blank dan ingin have fun maupun yang memang datang untuk menjajalkan tubuhnya, transaksipun sering terjadi melibatkan kedua belah pihak tersebut, dari mereka ada yang bekerja individu maupun melibatkan pihak ketiga (Germo). Germo adalah atasan para Pekerja Seks Komersial (PSK) yang bertugas mempromosikan dan membackup para anak asuhnya, Mami itulah sebutan akrabnya dengan jaringan yang luas mereka bekerja demi keuntungan sekitar setengah dari harga yang kisarannya dua juta sampai tiga jutaan dalam sekali bertransaksi, PSK yang sering nongkrong di pub atau bar ini adalah yang tergolong high class dikarenakan keindahan dan perawatannya yang setara dengan model.

Setelah menengkok kehidupan malam lewat dunia gemerlap, kami juga sempat menyisir beberapa jalan yang di anggap sarang penyamun yang ditempati para Waria mangkal, salah satunya Balikpapan Baru. “Kami mangkal disini untuk kepuasan dan tempat mencari nafkah” jawaban dari sebuah pertanyaan yang kami lontarkan kepada seorang waria bernama malam Siska.

Menurut pengamatan Info Balikpapan mereka berdiri dari sebuah gerbang bertuliskan “Balikpapan Kota Beriman” di Jl.Jend Sudirman, sampai didepan Balikpaapan Center secara terpisah, walau begitu mereka tetap dalam sebuah kesatuan yang mempunyai komonitas tersendiri dikota ini. Dengan keamanan dari preman setempat, mereka mulai beroperasi pukul 01.00-05.00 WITA menunggu pelanggan yang datang menghampiri dan bertransaksi, walau begitu para waria ini kadang mendapat bayaran dan kadang pula tidak mendapat bayaran sama sekali, tapi mereka tetap setia menjadi salah satu masyarakat yang beraktivitas pada kehidupan malam kota Balikpapan.

Penjelajahan terus berlanjut, dan atas informasi dan bantuan dari Siska (banci yang kami wawancarai sebelumnya), kamipun diajak menemui seorang PSK daerah Manggar Sari, dengan waktu operasi Pukul 01.00-05.00 WITA mereka berdiri dipinggir jalan poros dengan berpakaian seksi menunggu kendaraan berhenti didepannya dan memulai transaksi. selain itu seperti yang telah dijelaskan pada paragraf sebelumnya tentang cara operasi mereka, yang bergerak individu tanpa potongan dari harga transaksi maupun terorganisir dengan seorang Mami.

Mereka termasuk golongan PSK  middle class, dengan tarif sekitar dua ratus sampai lima ratus ribu semalam, para PSK ini bisa kita temukan pada daerah KM 17, Pasar Baru dan Gunug Sari. “Kami menggantungkan hidup kami untuk sesuap nasi” ujar Manda yang akan berhenti bila mendapat pekerjan tetap suatu saat nanti.

Setelah itu kamipun bergegas pulang menuju Daerah melawai dan Kampung Baru, ternyata kurang lebih pukul tiga pagi anak muda pecinta balap berkumpul untuk menguji ketangkaasan motor mereka lewat drag race  secara liar. hal ini juga menyajikan hiburan malam yang cukup menarik bagi beberapa masyarakat, walau ada pula yang merasa terusik akan suara bisingnya.

Melihat Kehidupan Malam kota Balikpapaan dengan suara tangki-tangki minyak dan beberpa lampu kantor yang masih menyala serta suuguhan berbagai hiburan untuk penikmatnya membuat kota ini punya warna tersendiri akan eksistensinya. Membuat malam tetaplah malam, dan inilah kami sang malam kota Balikpapan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s