Masyarakat Pesisir Kota Balikpapan


Tetesan air hujan yang mengguyur daerah nelayan di kampung baru tidak membuat aktivitas para masyarakat setempat berhenti, mereka tetap beraktivitas seperti hari sedang cerah, penuh semangat dan ulet itulah gambaran awal saat anda mengunjungi pemukiman atas air yang mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan.

Masyarakat “kota tua” Balikpapan (kampung baru) yang sebagian besar menggantungkan hidupnya dengan laut menjadi salah satu kawasan unik diantara kemegahan kota balikpapan, terlihat dari arsituktur bangunan dan kelomok-kelompok masyarakat multi etnis yang berbaur dengan sangat harmonis. Tenyata dibalik hal tersebut terdapat nilai historis yang membangun daerah ini, yang mana daerah ini dulunya sebagai Pusat ekonomi yang bergerak pada bidang perdagangan antar provinsi, sehingga rasa saling menghormati dan menghargai paling dijunjung tinggi dan dilestarikan hingga saat ini.

Membahas masalah masyarakat pesisir kita tidak akan lupa dengan sosok nelayan, yang menjadi tokoh utama dalam pergerakan ekonomi masyarakat pesisir, dengan menempati pemukiman atas air, para nelayan ini melakukan aktivitasnya pada malam hari dan pulang disaat matahari akan terbit, dengan intruksi oleh pemimpin darat dan laut dalam lingkup struktur organisasi Non-Formal, mereka bergerak menyusuri laut demi persentasi keuntungan yang berbeda-beda pada setiap pimpinan.

Tapi musim penangkapan ikan tidak berlangsung sepanjang waktu, ada masa-masa dimana kegiatan penangkapan ikan praktis tidak dapat dilakukan seperti masa ombak besar atau stok ikan di laut berkurang. situasi ini membuat mereka tidak melaut, maka otomatis pendapatanpun tersumbat. Tidak ada jalan lain selain mengutang pada Pimpinan, termasuk bila ada kebutuhan mendesak dan tiba-tiba. Klimaksnya kemudian utang yang ada bukan lagi sekedar utang materi tetapi utang budi karena disaat tidak ada lagi tempat berharap bantuan, sang Pemimpinlah yang membantu, oleh sebab itu profesi menjadi nelayan ini dijadikan pekerjaan turun-menurun.

Selain itu Info Balikpapan juga mendapati lalu-lalangnya kapal-kapal tambang yang melewati pemukiman atas air ini, kapal-kapal ini ternyata melakukan perusakan dengan pembuangan limbah sehingga membuat ekosistem dan biota laut banyak yang rusak, tapi dari hal tersebut tanpa sadar beberapa masyarakat pemukiman atas air ini juga dibukakan lapangan kerja baru lewat jasa pengantaran sembako, sebuah nilai positif yang menarik dari sekian banyak ancaman yang ditimbulkannya. Jasa pengantaran barang ini beroprasi rutin dua kali dalam sehari, tapi bila ada permintaan tambahan kapal ini bisa melakukan pengantaran hingga berkali-kali, hal ini pula yang membuat kemakmuran dan kesejahtraan tersendiri bagi para masyarakat pesisir kampung baru. Walau begitu mereka tetap ingin tempat mereka lebih bersih dan lebih nyaman kata seorang pemuda yang bersemangat dengan nama Amir.

Tidak lama setelah hujan redah dan suara-suara mesjid mulai menggema rombongan orang datang silih berganti menuju ujung jalan yang telah dibeton, terlihat sebuah kapal yang bersandar disana, kamipun menelusuri jalan tersebut mengikuti para rombongan, tenyata selain dua hal yang telah di sebutkan diparagraf sebelumnya, para masyarakat pesisir ini juga ada yang mengeluti bidang transportasi, Rata-rata penumpangnya adalah masyarakat penajam sendiri yang bekerja di kota Balikpapan, tapi banyak pula wisatawan lokal maupun dari daerah lain pada hari-hari libur berkunjung ke sana. Dengan waktu operasi pagi dan menjelang magrib masyarakat pesisir yang bergerak di jasa ini menggantungkan hidupnya untuk kehidupan sehari-hari dan sekolah anak-anaknya.

Tapi jangan salah, dari semua aktifitas masyarakat pesisir di kampung baru yang menggantungkan hidupnya pada laut, ada juga yang sudah beralih profesi lain seperti supir taxi, tukang bangunan, pekerja kantoran dan memiliki usaha sendiri di darat. hal ini disebabkan akibat semakin besarnya arus migrasi dari pulau lain sehingga semakin padatnya daerah ini dan juga pengaruh modernisasi yang menjadikan masyarakatnya tidak bisa berfokus pada nilai yang terkandung pada kehidupan.

Setelah melanglang buana seharian Kamipun beranjak dari pemukiman atas air ini, senyum para masyarakat pesisir yang mengantar kami masuk, senyum itu pula yang mengantar kami keluar dari daerah yang unik dan menarik ini, tempat yang memberikan banyak inspirasi hidup dan menorehkan sejarah Balikpapan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s