Success Story


Satu Cerita Dalam Satu Kesuksesan

“Saya Berpacu, untuk bagaimana saya dapat berguna bagi keluarga besar saya khususnya dan bagi masyarakat pada umumnya” nilai-nilai inilah yang ditanamkan orang tua saya dan masih mengaung di benak saya hingga saat ini, itulah inspirasi terbesar dari seorang pengusaha sukses di Kabupaten Berau ini, dikaruniai seorang putri dan dua orang putra, pria berpenampilan sederhana ini mengikrarkan janji dan memasangkan cincin dijari wanita paling dicintainya pada Desember 1984, yang kemudian menjadi tonggak awal dalam sejarah hidupnya.

Oleh undangan dari beliau Tim Info Balipapan dapat terbang menuju kabupaten Berau untuk mewawancarai secara langsung, pria yang lahir pada 20 agustus 1958 dari garis keturunan darah biru ini, sebagai generasi kelima dari kesultanan Gunung Tabur yang tergaris dari silsilah keluarga ayahnya dan keturunan Kesultanan Sambaliung Tanjung Baru dari ibunya, tidak membuat pria ini memiliki materi lebih atau sombong akan gelar kerajaannya, baginya gelar Aji adalah hak masyarakat Berau, Gelar itu bukan untuk menjadikannya orang yang otoriter dan bergerak secara feodal  tapi sebagai amanat untuk tanggung jawab besar. Itulah sosok dari  H. Aji. Bambang Kusuma, seorang pengusaha sukses yang mengawali karirnya dari kata ilmu ekonomi yang disebut minus.

Setelah meminum segelas kopi di warung favoritnya, kamipun diajak menuju rumah bergaya Eropa dengan tiga lantai dari pria kharismatik yang penuh filosofi hidup ini, dengan duduk santai dan sangat romantis bersama istrinya, beliaupun bercerita tentang bagaimana ia memulai masa-masa sulitnya di awal pernikahannya, dengan seorang wanita yang duduk disampingnya yang juga menjadi motifator terbesarnya, pria yang menggeluti dunia kemaritiman ini hanya mendapat upah minim yang pas-pasan untuk keperluaan sehari-hari walau kadang kala tidak mencukupi, tapi hal itu tidak membuat pria ini patah semangat. Baginya yang lebih menyakitkan dari hal tersebut yaitu hanya bisa menginjak darat dan berkumpul dengan keluargannya empat sampai tujuh hari dalam sebulan, sehingga menimbulkan duka akan kerinduan yang mendalam, walau begitu bagi pelaut yang satu ini, hal itu bukan untuk disesali atau ditangisi melainkan menjadi dorongan dalam merajut benang-benang harapan dan melukiskan asa akan masa depan yang cerah.

Sejak saat itulah usaha dan terus berusaha serambi berdoa dijalankannya, hingga beliau dapat dipercaya mengikuti pelayaran, disinilah pria ramah dan murah senyum ini banyak belajar tentang siklus ekonomi kemaritimaan yang membuatnya lebih matang dalam melihat peluang kedepan dan mengatur planing hidupnya.

Dengan sedikit tabungan dari hasil kerjanya selama bertahun-tahun, pria yang taat beragama ini memulai usahnya secara kecil-kecilan dan penuh optimis menatap lurus kedepan sampai akhirnya dapat membeli sebuah kapal dan mulai beroperasi dibidang transportir minyak. Pintu rezekipun mulai terbuka secara bertahap, walau begitu tahun-tahun awal perintisan usahanya ini tidak langsung mempunyai grafik yang luar biasa seperti saat ini, berurusan dengan jaringan luas pada setiap pengusaha membuat mereka tidak akan lepas dengan dinamika persaingan, kreditur dan urusan adiminstrasi pemerintahan, yang membuat pria tangguh ini berkali-kali jatuh dan bangkit menggapainya kembali, baginya semua masalah itu hanya jurang penghalang akan kesuksesan yang tertunda.

Pria dengan prinsip “Apa yang saya ucapkan itu yang harus saya lakukan” dapat membuktikan bahwa prinsip hidupnya ini bukan hanya sebuah kalimat penyemangat, tapi juga sebagai sebuah keselarasan hati, pikiran dan tindakan yang membuat manusia bisa menjadi manusia seutuhnya yang dapat dipercaya dan konsisten, maka dari itu eksistensi dan dedikasinya di bidang transportir minyak dapat bertahan dan terus meroket sehingga membuat sosoknya menjadi panutan yang inspiratif.

Hal ini tergambar dari suasana keakrabanya dengan semua karyawannya yang dibangun dengan dasar  kekeluargaan, layaknya seorang saudara maupun ayah kepada anaknya, membuat pria yang tidak pernah merasa menjadi majikan ini sering disapa dengan sebutan “Om”.

Baginya “membeli tenaga untuk bekerja itu soal gampang tapi membeli perasaan orang itu yang susah”, maka dari itu untuk membuat para pekerjanya nyaman dan betah, beliau selalu membeli perasaan pekerjanya, bukan dengan materi tapi dengan suasana keakraban dan kekeluargaan yang dibangun diaktivitas sehari-hari, baru setelah itu beliau membayar tenagannya. Sebuah tips menarik dari pria sukses yang mencapai semua yang dicita-citakan dalam hidupnya.

Pria royal yang mempunyai dua orang cucu ini juga mempunyai kepekaan sosial yang tinggi. Menurutnya, yang dimilikinya ini hanya titipan dari Tuhan yang Maha Esa, maka dari itu dia tidak pernah lupa untuk berbagi pada yang membutuhkan. Selain itu dengan menyerap tenaga kerja di kabupaten Berau, dia dapat mengurangi jumlah pengangguran dan kemiskinan, juga meningkatkan perekonomian daerah,  dia mengerti sekali akan keresahaan masyarakatnya dan selalu memberi yang terbaik yang dia mampu. Kesadaran sosialnya inilah yang mengantarkannya untuk menjadi Ketua Kerukunan Kerajaan Berau di Tarakang dan Sekertaris Jendral (Sekjen) Keraton Khas Nusantara.

Maka dari itu di awal keterlibatannya beliau mempunyai visi dan misi, untuk meleburkan dan menyatukan kembali kerabat keraton dari Kesultanan Sambaliung Tanjung Baru dan Kesultanan Gunung Tabur dan sebagai penunjang pembangunan di kabupaten Berau. Menurut sejarah memang perpecahaan ini dilakukan dalam  taktik adu domba Belanda sebagai salah satu media yang dapat dengan cepat merebut sumber ekonomi dan menguasai kerajaan di Nusantara, hal ini pulalah yang terjadi pada kedua kerajaan yang mengalir dalam darah H. Aji Bambang Kusuma.

Memang tidak mudah untuk menyatukan kembali sesuatu yang sudah terpisah, dendam membara antar kedua belah pihak memang sudah mendarah daging dari masyarakatnya, yang menjadikannya budaya baru yang merusak, tapi dengan semangat dan posisinya sekarang ini, pria dengan kerendahaan hati ini berjanji akan menyatukan kembali Kerajaan Berau.

Dari sini pulalah rasa patriot pada tanah kelahiranya menggebu-gebu sehingga konsolidasi antar kedua belah pihak bersiteru ini selalu dilaksanakan dalam satu meja, untuk berpikir sehat dalam merangkai memory kebersamaan, dengan harapan mempersatukan dengan utuh kerabat keraton,  hal inipun terialisasi pada saat pemberian gelar kerajaan untuk Gubernur Kalimatan Timur, yang dilakukan di Keraton Sambaliung yang menjadi fakta awal akan rasa keserumpunan kedua kerajaan ini, bagi H.Aji Bambang Kusuma, apa yang dilakukannya ini bukan untuk mencari popularitas atau ingin menjadi pemimpin tapi dia hanya ingin mengangkat kembali nilai-nilai budaya Berau. Sehingga generasi muda bisa mengenal budaya Berau dan melestarikanya.

Diantara semua gejolak hidupnya, entah itu dibidang ekonomi, sosial dan budaya dia selalu tahu kemana dia berlari saat iya mulai letih. “Keluarga, Keluarga dan Keluarga” itulah pembuka jalan, pemberi dorongan moril dan selalu ada disaat saya membutuhkannya. Terlepas dari tekadnya yang begitu kuat dalam mengarungi jatuh bangun hidupnya, keberhasilannya ini juga tidak lepas dari seorang wanita bertangan ajaib yang dinikahinya 26 tahun lalu dengan nama Hj. Saidah yang memberinya tiga orang anak, anak sulungnya, Yunita kusuma yang telah dipersunting oleh Diki Sudarmanto, anak keduanya Adinata Kusuma yang juga telah menikah dengan wanita idamannya bernama leny dan seorang lagi anak laki-laki yang menjadi penabuh drum sekaligus anak bungsunya yaitu Wiranata Kusuma.

Mungkin kita sering mendengar dan membaca ungkapan “dibalik laki-laki hebat selalau ada wanita kuat dibelakangnya”, ungkapaan ini sangat cocok disandangkan dengan Hj. Saidah, sebagai wanita yang mempunyai kepribadiaan hampir sempurna ini memberikan kepercayaannya lewat kesabaran, dorong spirit dan doa, yang membuat pria pecinta musik ini terus berpijak secara bertahap melintasi waktu demi melihat sang istrinya tersenyum dan bangga. Dan semua senyum dan harapan yang hanya menjadi romantisme kini telah tercapai pada keluarga H. Aji Bambang Kusuma yang sekarang menikmati hari-harinya dengan berkumpul bersama keluargannya, terbuktik lewat makan malam bersama keluarga yang melibatkan Tim Info Balikpapan yang juga membuat kami terbuai sampai kami mengangkat kaki dari kabupaten Berau dengan angan akan senyum dan keramahan keluarganya.

Pria bekarakter pantang meyerah ini juga berharap mungkin usianya enam puluh sampai tujuh puluh tahun tapi umurnya harus ratusan tahun, yang berarti dia boleh saja berbaring diatas tanah disaat ajalnya menjemput, tapi semangat, nama besar dan sosoknya tidak akan lekang dimakan zaman.

3 thoughts on “Success Story

  1. Misi aji bambang kusuma untuk menyatukan kesultanan sambaliung dan gunung tabur adalah sesuatu tindakan bodoh,Belanda saja tak sanggup menyatukan karena justru sering terjadi perselisihan masa pemerintahan Pangeran Dipati dan Pangeran Tua akhirnya mereka memutuskan untuk membagi wilayahnya menjadi dua yaitu KESULTANAN GUNUNG TABUR DAN KESULTANAN SAMBALIUNG yang mengurus wilayahnya masing-masing.Tapi kalo Aji Bambang Kusuma Yang Terhormat ingin menyatukan itu karena dia ingin menjadi RAJA BERAU DI KALTIM,kasian sekali ambisinya mendingan periksakan diri dulu ke RUMAH SAKIT JIWA.

  2. Sudahlah Aji Bambang Kusuma,kamu kalo mau terkenal dengan gelar Aji jangan bicara sembarang soal menyatukan dua kesultanan.Kamu mulai bertingkah sejak diangkat jadi ketua kerukunan,harusnya kamu sadar diri.Kamu fikir dengan uangmu kamu bisa menyatukan kedua kesultanan.Pakai otak cerdas mikirnya jangan pake uang.Kamu bukan siapa-siapa,mungkin cuma orang mata duitan saja yang memanggil kamu TUAN.Jadi hati-hati kalo bicara di media, keluarga besar kedua kesultanan sangat keberatan dengan ocehan kampungan kamu di majalah LION AIR menyangkut soal kekerabatanmu dikedua kesultanan.Tapi biasanya manusia tak punya rasa malu maju terus,kita liat saja sebentar lagi kapasitas kamu sebagai ketua kerukunan di Gunung Tabur akan berakhir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s