Destinasi Wisata Budaya Kota Bontang


Pesta Laut Bontang Kuala

Upacara Pesta Laut Bontang Kuala adalah perwujudan rasa, syukur dan doa kepada Tuhan, agar para nelayan senantiasa selalu dalam lindungan Tuhan dan ditahun mendatang yang akan di lalui mendapat hasil laut berlimapah. Untuk mensejahterakan keluarga nelayan.

Kebudayaan yang telah lama mengakardan turun menurun dalam tradisi masyarakat Bontang ini, menjadi hal yang unik dan sangat indah untuk disaksikan, apalagi bila anda ingin mengetahui lebih banyak mengenai sosio culture, maupun keindahaan seni yang dipadukan dengan keindahaan laut Kota Bontang.

Kegiatan ini diadakan setiap tahunnya di Kota Bontang, diantara bulan November-Desember. Namun tidak mempunyai kejelasan pada kalender Masehi, dikarenakan sebelum kegiatan diadakan ritual khusus dalam penentuan hari upacara, yang dilakukan para petinggi adat, dengan melihat gejala Alam dan membaca Bintang.

Upacara laut ini, menjadi salah satu acara tahunan yang dimana hampir melibatkan  seluruh lapisan masyarakat, dikarenakan hampir seperempat warga Kota Bontang berkumpul dalam satu tempat untuk menyaksikan dan ikut berkreasi dalam kegiatan perlombaan kesenian dan budaya Dinas Pariwisata.

Sebagai kegiatan wisata budaya, Upacara Pesta Laut Bontang Kuala, dibagi dalam beberapa ritual penting, yang saying untuk dilewatkan, diantaranya :

  • Mencera’ Buluh (Menjammu Kampung)

Upacara ini merupakan pemberitahuan kepada penjaga Kampung bahwa di kampung tersebut akan diadakan perhelatan Pesta Laut. Perjamuan diarahkan keempat sudut kampung yaitu : Utara, Barat, Timur dan Selatan.

Sedangkan mencera’ adalah semua peralatan yang akan digunakan semua ditandai dengan darah piyal ayam kampung jantan dan betina, hal ini dilaksanakan satu atau dua hari sebelum pelaksanaan Pesta Laut.

  • BEBALAI

Bebalai merupakan upacara adat yang dilakukan setelah Menjamu Kampung (Mencera’Buluh). Balai yaitu suatu perangkat alat yang dibuat / dirakit dari bambu kuning, kayu laut, rotan, janur kuning di ikat dan dianyam sedemikian rupa sehingga berbentuk Miniatur Bangunan berukuran 2 m x 1,5 m bertingkat memiliki tinggi lebih kurang 1 m.

Pada upacara pembukaan, Tamu utama ditepung didudukan ditepung tawari di Balai ini, kemudian setelah selesai upacara pembukaan, Balai digunakan untuk sarana pengobatan tradisional. Pada hari terakhir atau selama 3 hari sampai 5 hari, Balai tersebut diturunkan ke perahu untuk dilabuh ke laut.

  • PELAKSANAAN UPACARA ADAT MELABUH PERAHU

Perahu sedang, berbentuk perahu layar berwarna kuning diberi nama “MAKDANAKAN” yang berarti PERSAUDARAAN. Perahu tersebut berisi sesaji aneka macam makanan dan kue empat puluh macam dibawa ke laut dengan kapal (perahu), yang acara dalam Pesta Laut dibawa dengan Ponton (Anjungan Lumba – lumba) kemudian dilabuh di tengah laut, diiringi suara Adzan, tabuh gelintangan dan Gendang, disaksikan oleh Pejabat, Tamu dan Undangan lainnya. Dengan maksud agar dijauhkan dan dilepas dari musibah dan marabahaya serta wabah penyakit yang akan menimpa kampung (negeri) kita.

  •         ANCE’

‘Ance’ yaitu perangkat alat terbuat dari bambu kuning, dibuat persegi empat berukuran 50 x 50 x 50 cm, berisi sesajian makanan, kue – kue, nasi beras ketan, (soko) empat warna, sepasang ayam kampung jantan dan betina, dilabuh ke laut diantar dengan iringan tabuh gendang dan gong.

Upacara adat ini biasanya dilakukan seseorang karena terikat oleh niat (hajat) yang bersangkutan misalnya terhindar dari penyakit, cita –citanya terkabul dan lain sebagainya.

  •         PAGAR MAYANG

Pagar Mayang terbuat dari bambu kuning, kayu laut yang dirakit dengan rotan, berbentuk persegi empat berukuran 2 x 1,5 m dengan tinggi lebih kurang 75 cm yang setiap pojok berdiri pohon pisang dengan buahnya serta sekelilingnya dihiasi dengan janur kuning dan mayang pinang serta ditengahnya berdiri payung kuning.

Acara Adat ini biasa dilakukan untuk pengobatan tradisional khususnya bagi yang sakit ingatan (gila) dan juga dikerjakan bagi yang mempunyai niat (hajat).

  •         BELIAN SAMPER

Upacara Adat ini merupakan acara sakral yang dilaksanakan biasanya untuk pengobatan tradisional bagi orang sakit atau hajatan (niat) bilamana maksud yang diharapkan telah tercapai atau setelah panen dan tangkapan hasil laut berhasil.

Untuk acara Adat Samper tersebut terbuat dari daun kelapa (janur) dan seekor burung yang terbuat dari kayu yang digunakan untuk dukun (pawang) digantung sebagai ayunan.

Dari itu, selain ke-enam ritual pokok ini, Anda yang ikut hadir dalam acara ini akan disuguhkan tiga tarian khas, yang membuat Anda tidak akan berkedip, dan hanya terus berdecak kagum akan gerakan tarian ynan Indah yang mencerminkan kesenian dan adat masyrakat Kota Bontang.

Diantaranya :

  • Tari Jepen :

Tari pergaulan muda mudi yang biasa ditarikan pada upacara perkawinan, syukuran dll, musik diiringi gambus, ketipung dan vokalis.

  • Rudat :

     Tarian rakyat sebagai ungkapan rasa kegembiraan setelah panen berhasil atau bersih desa dll, Diiringi seorang vokalis yang mengumandangkan puji pujian atas kebesaran Tuhan yang syairnya bernafaskan Islam. Alat Musing, Gambus, Rebana, Ketipung dan Gendang.

  • Tingkilan :

     Seni musik yang bernafaskan Islam dengan mendendangkan pantun yang diiringin alat musik gambus.

Setelah penjelasan panjang diatas, Anda pasti yakin dan tidak akan melewatkan Upacara Pesta Laut Bontang Kuala yang akan datang. Apalagi Upacara ini tidak dikomersialisasikan, dengan tarif tiket. Anda cukup datang dan mencari posisi terbaik dalam rangkaian kegiatan ini, namun yang pastinya Anda harus berada pada koridor kebudayaan Bontang.

Untuk Lokasi kegiatan, Anda yang berada diluar kota, bila Anda telah tiba pada terminal bus Malvinas Km 6 ataupun Bandar Udara Bontang, Anda dapat dengan mudah mendapati Angkutan umum (Angkot dan Ojek) disekitar Anda. Dan kemudian Anda cukup memberi tahukan tempat tujuan Anda “Perkampungan Bontang Kuala”, yang hampir semua penduduk Kota Bontang mengetahuinya. Tarif untuk Angkutan umum ini diperkirakan Rp 10.000-Rp20.000/Orang.

Peta Laut bontang KualaPicture7 Picture8 SONY DSC SONY DSC

Erau Pelas Benua Kutai

Budaya yang berkembang di Guntung lahir dari kalangan keluarga Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martadipura di Tenggarong, Budaya ini tumbuh dan berkembang dari budaya tradisional yang banyak dipengaruhi kebudayaan Hindu, yang kemudian berakulturasi dengan masuknya agama Islam. Ritual ini, dijadikan pula sebagai ungkapan rasa sukur pada pencipta, atas hasil alam yang berlimpah. Untuk itu kegiatan ini biasanya dilakukan pada saat selesai panen.

Kata Erau berasal dari kata Eroh yang hadir pada saat masuknya Hindu, yang dapat ditafsirkan dalam arti “ramai dan penuh suka cita”. Sedangkan Pelas berarti membersihkan wilayah mereka dari unsur-unsur negatif. Secara filosofi kedua kata ini dapat dikonotasikan sebagai, pembersihan yang penuh suka cita. Yang kemudian direalisasikan dengan penyembelihan binatang dan darah yang mengalir dipercikan ke permukaan bumi, sebagai tanda syukur atas rejeki yang diberikan oleh Maha Pencipta, dan masyarakat dapat dibersihkan dari perbuatan yang negatife.

Dari pengertian diatas, Anda pasti sudah membayangkan bagaimana proses ini berlangsung. Apalagi dengan rangkaian ritual yang akan dihelatkan, Anda akan merasakan sakralnya hembusan napas budaya yang telah menjadi suatu kegiatan supernatural. Untuk itu, melewatkan satu rangkaian kegiatan saja, akan membuat Anda seakan melewati rangkaian kegiatan secara utuh. Karena setiap kegiatan mempunyai korelasi penting untuk kegiatan selanjutnya. Kegiatan ritual ini terdiri dari :

  • Menjamu Benua : Upacara ritual sebelum diadakan upacara erau berbentuk permohonan kepada mahluk penunggu benua agar upacara berjalan dengan lancar.
  • Tempong Tawar : ucapan selamat datang agar para peserta upacara terhindar dari segala marabahaya.
  • Beluluh Sultan : Upacara keraton Kutai karta negara: dimaknai sebagai pembersihan diri.
  •  Mendirikan Rondong Ayu : Simbolik menegakan jiwa dan tanda dimulainya erau.
  • Belian/ngenjong: Pemberitahuan kepada pengguru khayangan bahwa dibumi akan diadakan pelas benua.
  • Bepelas : Persembahan kurban sebagai rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rejeki yang diberikan
  • Seluang Mudik : Tari bersama / tari persaudaraan sebagai bentuk suka cita antara penghulu kampung/pejabat dengan rakyatnya, yang biasa dilakukan pada puncak acara erau.
  • Belimbur  : Simbol pemersatu untuk melepas segala beban hidup lama untuk kembali menjadi jiwa yang bersih.

Ritual yang berdurasi satu minggu penuh pada pertengahan bulan September dilaksanakan setiap tahunnya,oleh masyarakat adat “Odah Etam Kutai Guntung”. Dan disupport langsung oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bontang, yang mejadikan Erau Pelas Benua Kutai Guntung sebagai warisan budaya dunia yang harus menjadi identitas budaya masyarakat dan harus terus dilestarikan.

Selain ritual Tersebut, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan berbagai lomba kesenian dan kebudayaan yang terbuka untuk umum, dalam dan luar kota. Untuk itu, sangat disayangkan jika Anda melewatkan kegiatan yang sudah ada berabad yang lalu.

Menariknya lagi, diakhir upacara, mobil pemadam akan menyiram Anda yang menandakan kebahagiaan dan Suka Cita masyarakat. Untuk itu sayang untuk dilewatkan, bagi Anda yang mencintai Indonesia dengan kergaman budayanya.

Setiap tahun kegiatan ini dihadiri sekitar 3000 orang, dan terus meninggkat, seiring rasa penasaran akan keindahaan Kota Bontang dan Budaya yang melekat di Masyarakatnya, dan kini beberapa touris manca Negara telah melirik dan bersiap untuk mengikuti perhelatan ini. Dan pastinya mereka yang baru menyaksikan ritual ini akan terpukau, dan bisa jadi akan kembali lagi setiap tahunya, untuk bersukur dan membersihkan diri, sesuai filosofi kegiatan ini.

Untuk Menuju Perkampungan Guntung, Anda yang dari luar kota dan tiba di Kota Bontang, melalu jalur darat, dan berada di terminal bus Malvinas Km 6 ataupun melalui udara, dan berada di Bandar Udara Bontang, Anda dapat langsung mencari Angkutan umum (Angkot dan Ojek) disekitar Anda, dan bertanya pada warga Bontang yang terkenal ramah, untuk menuju perkampungan Guntung. Dijamin Anda tidak akan kesasar. Untuk tarifnya sendiri, Anda hanya akan mengeluarkan uang sekitar Rp 10.000-Rp20.000/Orang.

Earu Pelas BenuaErau Pelas Benua3 New Picture (3)New Picture (5) Picture8Erau Pelas Benua

 Bontang City Carnaval

Bontang City Carnaval (BCC), adalah carnaval budaya yang merupakan puncak dari rangkaian acara hari lahir Kota Bontang. Acara ini diadakan setiap bulan Oktober, dan merupakan karnaval budaya tahunan yang diadakan Kota Bontang. Materi yang dibawakan kegiatan ini juga berperan besar pada kuatnya persatuan kebuadayaan penduduk yang Homogen di Kota Bontang.

Kegiatan Karnaval yang menampilkan berbagai etnis dan budaya di Bontang ini, menjadi suguhan tahunanan bagi Anda yang mencitai pesta kerakyataan. Antusias Masyarakat Bontang menjadi yang menghidupkan Acara ini. Masyarakat memberikan identitas dan eksistensi budaya yang mereka bawa ketika bertranformasi di kota Bontang, Etnis dan budaya berperan besar pada kemajuan kota Bontang, itu yang coba diisyaratkan karnaval ini.

Kegiatan ini, tidak hanya melibatkan kelompok tertentu, namun semua lapisan masyarakat berbaur tanpa perbedaan, memberikan persembahaannya pada ulang tahun Kota Bontang. Untuk itu setiap masyarakat dari tinggkat keluarahaan ikut turun kejalan dengan parade unik nan menawan. Anda akan terkesima bila berada ditengah Kegiatan BCC ini, seakan bhineka tunggal ika yang menjadi slogan Bangsa ini, menjadi semakin terasa.

Kegiatan BCC yang dilakukkan ditengah jantung Kota Bontang, dilakukan dengan berjalan namun ada pula yang menggunakan kendaraan pawai dengan hiasan yang beragam. uniknya lagi beberapa kebudayaan membawa kuda sebagai tranportasinya, sehingga menjadikan kegiatan ini semakin berwarna. Selain Parade di Jalanan, Anda akan juga disuguhi berbagai hiburan kesenian seperti tarian dan musik-musik traditional.

Walau kesan nusantara dan tradisional kental pada kegiatan ini, namun beberapa kegiatan juga dikemas dengan sangat modern, malahaan beberapa perlombaan budaya modern ikut memeriahkan kegiatan ini. Untuk itu kegiatan ini komplit buat Anda yang ingin merasakan keindahaan budaya yang menyatu dalam kemajemukkan.

Dengan urain diatas Anda sudah bisa membayangkan bagaimana meriahnya BCC yang diadakan, untuk itu sangat disayangkan untuk dilewatkan. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan Anda dapat ikut berpartisipasi dengan pakaian unik yang Anda ingin gunakan, serta menjadi bagian dari BCC dalam memeriahkan Ulang tahun Bontang.

Bontang City Carnavalbcc3 bcc9bcc10 medium_B_C_C(2)Picture8 Picture14Picture22 Picture23Picture24 Picture27

Monumen Pengabdian

Monumen Pengabdian, dengan luas sekitar 1 Ha, memiliki 2 pasang patung yang bergandengan, yang diantaranya memiliki ciri khas, sepasang masyarakat berbusana suku Dayak, dan sepasang lagi berbusana Pekerja Industri. Hal ini mengisyaratkan bagaimana pekerja Industri dan masyarakat asli Kota Bontang, bersatu untuk mengabdi memajukkan Kota Bontang.

Monumen, yang juga menjadi Land mark Kota Bontang ini terletak didepan pintu gerbang kawasan industri PT. Pupuk Kaltim, tepatnya di Kelurahaan Guntung, Bontang Utara. Monumen yang berbentuk melingkar, ditengah lintasan kendaraan, menjadi semakin menarik karena disekitarnya terdapat taman yang hijau dan tempat bersantai, disetiap sudutnya.Untuk itu sangat di sayang-kan untuk dilewatkan bila menuju Kota Bontang.

Selain Pemandangan dan udara sejuk, yang akan membuat anda tertarik mengunjungi Monumen Pengabdian, adalah interaksi masyarakat disekitar. Yang mana berlangsung pada momen akhir pekan pada setelah sholat subuh dan Pada sore hari , dimana masyarakat menggunakannya sebagai tempat Olahraga, seperti  jalan santai, lari sore, main futsal, bermain sepatu roda, sketboard dan juga sebagai tempat berkumpul muda mudi dari berbagai pelosok Kota Bontang.

Sedangkan pada malam hari, kegiatan berubah beberapa pemuda-pemudi biasanya bermain musik beramai ramai, dan ada pula yang membawa laptop atau notebook karena diarea monumen ada free Hotspot.

Lalu bagaiman Anda untuk menuju tempat ini. Karena Angkutan umum dilarang masuk dalam kawasan PT. Pupuk Kaltim, Anda hanya dapat pmenggunakan Ojek, dengan Tarif Rp 5.000-Rp-10.000/ Orang. Bila anda dari luar atau dalam Kota, dan telah berada di Kota Bontang, Anda cukup mencari Ojek , dan menuju Kompleks PT.Pupuk Kaltim.

Monumen Pengabdian2 34 5 6

3 thoughts on “Destinasi Wisata Budaya Kota Bontang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s