Menyusuri Sungai Mahakam dengan Menebas Kabut Asap (Bagian I)


Awal dari Petualangan Sungai Mahakam

Asap pekat yang menghalau sinar matahari, tidak menghalangi langkah kami untuk menyusuri sungai Mahakam. Sungai yang menjadi rumah bagi ikan pesut, dan air bagi binatang liar disekitarnya, membuat kami penasaran akan keindahannya. Selain itu kesenian maupun cara hidup budaya local yang masih dipertahankan hingga saat ini, tidak kalah enting untuk menjadi pengalaman berharga kami

Bertolak dari Jakarta Marta, wanita berkebangsaan Spanyol, yang juga menjadi partner petualangan Saya. Tiba Sekitar pukul 13.00 WITA, tanggal 24 september 2015, di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Balikpapan.

Kami bertemu, tepat di pintu gerbang kedatangan, dan melakukan sedikit pembicaraan, tentang betapa takjubnya Marta Melangkahkan kaki menuruni pesawat dan berjalan menuju gerbang kedatangan, Ia sudah disuguhi indahnya arsitektur modern, yang dipadu-padankan dengan sentuhan seni local.

Hal ini ikut memicu beberapa tourist nasional maupun internasional yang datang sudah terpikat, dan penasaran, petualangan yang akan terjadi di Pulau terbesar ke tiga didunia ini, dengan luas wilayah 743.330 Km² . Namun ada satu hal yang janggal, dalam benak Marta, bandara yang juga menjadi Bandara Internasional dan pintu gerbang Kalimantan Timur, Tidak nampak ramai, seperti bandara di kota besar lain di Indonesia. Namun penasaran ini akan terjawab di tulisan selanjutnya.

Tak lama setelah berbicara kami langsung melakukan cek barang sebelum meninggalkan Bandara. Kelengkapan peta, GPS, buku panduan, kamera, dan peralatan petualan lain menjadi penting, mengingat lokasi yang kami susuri adalah baru bagi kami. Setelah pengecekan, kami pun siap untuk menyusuri sungai Mahakam dan melihat keajaiban yang ada disekitarnya.

Mengingat kami hanya backpacker dengan bajet pas-pas an yang bertamasya, maka kami memilih ojek sebagai angkutan umum kami untuk menuju terminal Batu Ampar, yang juga terminal yang dapat membawa kami menuju Samarinda.

Kami pun bertemu dengan Pak Saleh dan temanya, yang menawarkan biaya pengantaran Rp35.000/orang. Kami pun sepakat dan berjalan menuju parkiran motor, namun sayang, bandara ini punya cacat yang fatal, menurut kami, karena tidak tersedianya jalur pejalan kaki, yang membuat kami berurusan dengan mobil yang lalu lalang.

Tiba diparkiran, Motor Pak saleh dan Partnernya menyalakan motornya, suara yang terdengar agak garang dari knalpotnya, menjadi tanda awal perjalanan kami. Aruma petualangan pun mulai terasa, dengan kabut asap yang menutupi sebagaian langit-langit kota. Mengharuskan kami untuk menggunakan masker, dan banyak mengkonsumsi air putih, agar kondisi kami tetap fit dalam petualangan.

Menyusuri jalan menuju Terminal Batu Ampar, tidak ada yang membedakan kota ini, dengan kota lain di Indonesia. Gedung tinggi menjulang, Super Market dan orang-orang yang sibuk dengan pekerjaanya lalu lalang disekitar perjalanan kami. 15 menit waktu yang ditempuh, kami pun tiba di Terminal Batu Ampar.

Setiba kami, kernek bus langsung menawarkan kami tiket dengan harga Rp.45.000. Setelah membeli tiket kami langsung diantar menuju Bus berwarna orange bertuliskan Balikpapan-Samarinda. Namun Sebelum berangkat kami harus menunggu penumpang lain. Untuk itu mengisi waktu luang, saya, Marta dan salah satu pengamen bernyanyi bersama, petikan gitar, tawa dan canda, dan juga lyric yang kadang ngawur, membuat kami sesekali tertawa. Selain bernyanyi bersama, Pengamen antar bus, tersebut juga memberi beberapa informasi tentang cara mendapatkan transportasi setelah tiba di Samarinda.

Tepat pukul 13.00 WITA, konser pengamen dalam bus pun dimulai, kami dan penumpang lainya menikmati lantunan lagu Bongkar dari Iwan Fals. Setelah tembang tersebut, ia beranjak turun, dan Bus Berangkat Menuju Samarinda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s